Jenis-jenis Bahan Kaos Oblong

Pakaian apakah yang Anda kenakan saat ini? Jika Anda menjawab t-shirt atau kaos (oblong), tahukah Anda terbuat dari jenis bahan apa kaos tersebut? Mungkin ada banyak orang termasuk Anda yang tidak bisa menjawab pertanyaan tadi. Sebab bagi kebanyakan orang tidak penting apa jenis bahan kaosnya, yang penting kaos tersebut nyaman dan cocok dipakai.

Nah, tahukah Anda kalau jenis bahan kaos akan memengaruhi kenyamanan Anda saat memakainya? Ada jenis-jenis bahan kaos tertentu yang nyaman digunakan di tempat yang beriklim panas seperti di pantai. Ada juga jenis bahan kaos yang lebih menyerap keringat sehingga sangat nyaman untuk dipakai berolah raga. Ya, setiap jenis bahan kaos memilik karakterisktik dan kelebihannya sendiri.

Selain itu, jenis bahan kaos juga ikut menentukan mahal-tidaknya sebuah kaos. Anda tentu tidak menginginkan membayar kaos dengan harga yang lebih mahal, untuk kaos dengan bahan yang semestinya dihargai murah (di luar faktor brand dan desain tentunya). Itulah kenapa Anda perlu mengetahui jenis jenis bahan kaos apa saja yang umum digunakaan. Hal ini akan sangat bermanfaat jika Anda adalah seorang smart buyer, ingin membuat kaos seragam untuk acara tertentu, atau Jika Anda ingin/sudah memiliki usaha di bidang pembuatan kaos.

Berikut ini adalah jenis-jenis bahan kaos yang umum digunakan :

  1. Katun Combed (Cotton Combed)

(sumber foto)

Jenis bahan kaos ini terbuat dari serat kapas alami murni seratus persen. Serat kapas alami memiliki karakteristik benang yang lebih halus dibandingkan bahan lainnya, tidak berbulu, lebih rata dan hasil rajutannya pun lebih bagus. Hal ini membuat kain katun combed  (sering juga disebut kombet) memiliki tekstur yang halus, dingin, nyaman, dan menyerap keringat, sehingga sangat nyaman dan cocok dipakai di negara tropis seperti Indonesia.

Katun Combed memiliki serat benang yang lebih halus dan rata sehingga penampilannya lebih halus , rata dan rapi. Hal ini dikarenakan bahan kain kaos katun combed melalui beberapa tahap panjang. Di antara tahapan pembuatan katun combed  yang paling membedakan dengan bahan katun lain ialah proses combing yang menyeleksi bulu-bulu sisa sehingga kainnya terasa lebih halus. Kain katun yang akan dibuat menjadi bahan katun combed diproses dengan pemilahan kapas dengan cara disisir, atau di-combed dalam bahasa Inggris. Dari proses inilah jenis bahan  kaos ini mendapatkan nama katun combed.

Ciri-ciri Bahan Katun Combed :

  • Serat benang halus
  • Tekstur kain rata dan tidak berbulu
  • Nyaman dipakai karena lembut dan halus
  • Mampu menyerap keringat sehingga teras sejuk dipakai di tempat panas
  • Tidak mudah kusut dan luntur
  • Mudah untuk disablon

Katun combed memiliki beberapa jenis, dan diklasifikasikan berdasarkan jenis benang yang digunakan serta seting gramasi (gr/m2) di mesin rajutnya. Seting garamasi ini akan memengaruhi ketebalan bahan katun combed. Berdasarkan ketebalannya, katun combed memiliki beberapa jenis, yaitu 20s, 24s, 30s dan 40s (lebih lengkap ada di artikel ini). Semakin besar angka dari jenis kainnya, semakin halus dan tipis bahannya, serta harganya semakin mahal. Pada umumnya kaos yang dijual di distro / clothing mamakai bahan 24s dan 30s. Jenis katun combed lainnya sering digunakan untuk kaos khusus wanita atau pakaian dalam.

 

2.    Katun Bambu (Cotton Bamboo)

(sumber foto)

 

Bahan kaos yang satu ini memiliki tekstur yang halus dan lembut, bahkan lebih halus dan lebih lembut dari katun combed. Permukaan dan hasil rajutannya pun lebih rata. Katun bambu juga memiliki daya tahan yang baik terhadap penyusutan sehingga bahan ini sangat cocok untuk kaos.

Bahan katun bambu disebut-sebut sebagai bahan kain kaos yang yang memiliki proses pengembangan paling cerah yang pernah ada. Disebut juga sebagai hasil revolusi kelima dari industri pertekstilan setelah katun, wol, sutera dan kain linen.

Bahan kain katun bambu merupakan jenis bahan yang relatif baru di dunia industri kaos. Pada awal penemuannya, bahan katun bambu biasa digunakan sebagai bahan pembuat produk mode dan kebutuhan rumah tangga, seperti pakaian dalam, kaos kaki, dasi, handuk, sapu tangan, masker, becover, bahkan sampai popok bayi. Seiring berkembangnya pengolahan katun bambu, kini bahan katun bambu semakin populer dipakai untuk produksi kaos.

Kain katun bambu memiliki banyak kelebihan lain jika dibanding dengan katun combed (lebih lengkap ada di artikel ini).

 

3.    Katun Carded (Cotton Carded)

Sama seperti katun combed, bahan katun carded (atau biasa disebut kardet) juga terbuat dari serat kapas alami murni seratus persen. Namun katun carded tidak melalui proses combing, sehingga bahan katun carded memiliki serat benang yang tidak sehalus katun combed.

Katun carded memiliki kesamaan dengan cotton combed, dimana memiliki beberapa jenis seperti 20s, 30s dan yang lainnya (lebih lengkap ada di artikel ini). Namun perbedaannya serat benang dalam cotton carded tidak terlalu halus. Hasil rajutan serta penampilan dari bahan yang satu ini kurang rata dan halus. Bisa dibilang, kain katun carded  merupakan KW-1 nya katun combed.

serat katun carded (sebelah kiri) dan serat katun combed (sebelah kanan) dilihat melalui mikroskop

(sumber foto)

Pada pembuatan bahan katun carded pemilahan benang dilakukan dengan proses carding,di mana kapas dipilah dengan cara digaruk, atau di-carded dalam bahasa Inggris. Proses ini menghasilkan serat kapas yang tidak sehalus kain yang diproses dengan cara disisir. Hal ini membuat katun carded  tampak agak kasar. Hasil rajutan dan penampilan bahannya pun kurang halus dan rata jika dibandingkan dengan katun combed.

Hal ini membuat harga katun carded relatif lebih murah dibandingkan katun combed. Biasanya cotton carded sering digunakan untuk kaos dengan target pasar kelas menengah. Meskipun demikian, kaos dengan bahan katun carded masih nyaman untuk digunakan karena terbuat dari serat kapas alam.

Ciri-ciri Bahan Katun Carded:

  • Serat benang cenderung kasar dan kaku
  • Tekstur bahan dan hasil rajutan kurang rata
  • Mampu menyerap keringat sehingga terasa sejuk dan tidak panas
  • Tidak mudah kusut dan luntur
  • Mudah untuk proses penyablonan

 

4.    Rayon atau Viscose

(sumber foto)

 

Bahan kaos rayon dibuat dari serat buatan yang bernama Sintesa Celulosa Organic yang biasa digunakan sebagai bahan kain. Serat Viscose mempunyai tahanan kelembaban yang lebih tinggi, kecemerlangan warna yang lebih baik dan lebih lembut dibandingkan  kapas. Teksturnya  hampir mirip dengan tekstur kapas. Karena jenis bahan kaos ini  terkesan mewah maka harganya mahal dan jarang tersedia di pasaran.

Jenis bahan visccose juga sering disebut dengan rayon, yang merupakan sebuah bahan serat sintesa celulosa organic (buatan manusia). Untuk tekstur, bahan ini hampir sama dengan tekstur kapas. Bahan kain yang satu ini juga memiliki kesan mewah, harganya juga cukup mahal sehingga jarang tersedia di pasaran. Viscose pada umumnya digunakan agar bisa menambah kenyamanan pada serat sintesis dan menambah kecerahan warna. Kelebihannya serat dari bahan ini tahan akan kelembaban yang cukup tinggi dan memiliki warna cemerlang serta lebih lembut dibandingkan kapas.

 

5.    CVC  (Cotton Viscose)

(sumber foto)

 

Jenis bahan kaos CVC merupakan campuran antara 55% katun combed dan 45% viscose. Bahan CVC memiliki penyusutan (shrinkage) yang lebih kecil dibandingkan bahan katun. Kelebihan utama dari bahan CVC ini adalah sangat menyerap keringat, sehingga sangat nyaman dikenakan untuk berolahraga.

 

6.    PE (Polyester)

(sumber foto)

Sesuai namanya, bahan kaos PE atau polyester dibuat dari bahan ester, yaitu serat sintetis hasil sampingan pengolahan minyak bumi. Seart sintetis ini disebut serat fiberpoly, yang juga diolah untuk produk plastik berupa bijih plastik.

Bahan PE  ini lebih tipis dan agak kasar. Karena bahan dasarnya terbuat dari butiran plastik, kaos dari bahan PE kurang bisa menyerap keringat sehingga terasa gerah ketika dipakai dalam kondisi cuaca panas.

Ciri-ciri Bahan PE :

  • Sulit dibersihkan apabila terkena noda dari makanan dan minyak
  • Lebih kuat dan tahan lama untuk direndam air, tanpa mengubah kondisi kain
  • Sering dicampur dengan bahan lainnya, seperti linen, viscose, atau katun.

 

7.    Hijet atau Spandek (Hyget)

(sumber foto)

 

Bahan baku dari kain hijet  atau spandek ini terbuat dari plastik, sama seperti bahan PE, namun lebih tipis. Kaos dari bahan hijet juga cukup sulit juga untuk menyerap keringat, sehingga tidak nyaman untuk digunakan, terutama ketika udara terasa panas.  Biasanya kaos yang menggunakan bahan hijet memiliki harga yang cukup murah.

Biasanya pembuatan kaos murah dengan jumlah massal dan keperluan kampanye menggunakan bahan hijet. Namun ada juga yang menggunakan bahan kain hijet untuk jersey, tapi yang digunakan adalah jenis kain super hijet yang kualitasnya lebih baik dari hijet yang biasa.

 

8.    TC (Teteron Cotton)

(sumber foto)

 

Bahan kaos TC merupakan kain dari kombinasi antara serat alami dan serat buatan, Umumnya terdiri dari 35% katun combed dan 65% polyester. Sifat untuk jenis kain ini sendiri hampir sama dengan bahan PE, tidak menyerap keringat dan gerah ketika dipakai. Namun bahan ini lebih tahan kusut, dan tidak mudah melar meski sudah lama dipakai.

 

Selain jenis-jenis bahan kaos di atas, masih ada beberapa jenis kain lainnya yang lebih khusus, namun sering juga digunakan untuk dibuat kaos. Kekhususan jenis bahan tersebut, terutama dibedakan dari sisi tekstur dan kombinasi warna pada kain. Beberapa jenis bahan kaos tersebut diantaranya adalah :

 

a)    Slub

(sumber foto)

Bahan slub merupakan bahan lembut yang memiliki permukaan dengan tekstur yang dibuat tidak merata. Pada saat penenunan, bahan baku kain dipelintir sedemikian rupa hingga menimbulkan benjolan-benjolan kecil di permukaannya, itulah yang menjadikan bahan ini memiliki tekstur yang tidak rata. Bahan slub umumnya dibuat dari kapas (cotton) atau polyester.

 

b)    Tuton (Twotone / 2 Tone)

(sumber foto)

Twotone, 2 tone, atau tuton sebenarnya merupakan istilah yang biasa digunakan untuk mendefinisikan bahan kain yang memiliki dua warna di dalam satu kain, yang di permukaannya terdapat warna bercak yang lebih beraneka ragam (mulai dari warna hitam, merah, biru, hijau, dan ungu).  Adanya 2 nada warna dalam bahan twotone ini disebabkan dari proses mewarnai / celup di pabrik kain, dan penggunaan campuran 2 benang yang berbeda warna.

Bahan twotone ini biasanya akan dibuat menggunakan campuran antara katun dengan CVC, dengan rayon, dengan TC , dan lainnya. Sehingga tidak akan ada kain twotone berbahan 100% katun, apalagi tuton combed karena combed itu nama 100% katun.

Hal yang perlu diperhatikan untuk menggunakan jenis kain ini adalah komposisi bahan yang terkandung di bahan twotone yang akan Anda gunakan. Sebab ada berbagai jenis kain twotone dengan kandungan serat katun dan polyester yang berbeda-beda. Hal ini tentu saja memngaruhi tingkat kenyamanan kaos dengan bahan twotone ini.

 

c)    Misty

(sumber foto)

Bahan misty merupakan kain bahan kaos yang mirip dengan bahan twotone, yaitu sama-sama memiliki titik-titik bercak warna pada kain. Berbeda dengan twotone, kain misty yang biasa dipakai untuk membuat pakaian pada dasarnya terbuat dari benang yang diproses tanpa melalui proses pewarnaan atau celup. Bercak-bercak yang terdapat pada kain misty biasanya sudah ada sejak pembuatan benang.

Kain misty yang biasa digunakan sebagai bahan utama sebuah produk pakaian, umumnya sudah memiliki kode atau nomor untuk menandakan seberapa banyak tingkat bercak yang terdapat pada bahan kain. Sebagai contoh Misty 71, Misty 79, Misty 81 dan seterusnya.

Tidak seperti bahan twotone yang harus dibuat dari bahan campuran, bahan misty bisa dibuat menggunakan bahan yang 100% murni maupun bahan campuran. Hanya saja bahan misty yang dibuat dari bahan murni harganya akan jauh lebih mahal. Contoh bahan misty murni misalnya disebut misty 100% katun carded atau misty 100% katun combed. Sedangkan contoh bahan misty campuran misalnya disebut misty katun, misty rayon, misty PE, misty CVC, misty TC, dan lain-lain.

 

d)    Tri-Blend

(sumber foto)

Bahan kain yang satu ini merupakan kombinasi dari penggabungan 3 serat, yaitu polyester, katun dan rayon., dengan omposisi polyester 50%, katun 25% dan rayon 25%. Bahan tri-blend merupakan bahan kain yang tidak mudah kusam, halus, lembut dan juga cukup lentur.

e)    Cotton Supima

(sumber foto)

Jenis bahan kaos cotton supima dibuat dari benang cotton superior yang berasal dari Kapas Pima. Kapas Pima merupakan kapas yang didapatkan dari perkebunan di Pima, Amerika Serikat . Karena itulah bahan ini disebut dengan katun supima, yang merupakan kependekan dari Superior Pima.

f)     Cotton Mambo

(sumber foto)

Bahan cotton mambo merupakan jenis kain katun dengan corak bintik di dalam dasar bahan kain tersebut, dan terbuat dari campuran 99% katun dan 1% polyester. Struktur kain bahan cotton mambo sama dengan bahan katun combed pada umumnya, dengan perbedaan pada rajutan yang berbintik pada dasar kain cotton mambo yang membuatnya terlihat unik.

Bahan kain Mambo ini lembut dan halus saat dikenakan, dan dapat menyerap keringat dengan baik karena komposisi benang katun lebih banyak dari polyester.

 

 

 

https://www.konveksia.com/jenis-jenis-bahan-kaos.html

https://www.bandros.co.id/blog/mengenal-jenis-jenis-bahan-kaos.html

https://berkaos.com/jenis-bahan-kain-kaos-katun/

https://www.paperplaneflywear.com/6-jenis-bahan-kain-kaos-yang-populer-di-indonesia/

https://komunitas.bukalapak.com/s/wfoqeo/tips_memilih_kualitas_kaos_distro_yang_bagus

https://fitinline.com/article/read/perbedaan-kain-twotone-dan-misty-yang-harus-kamu-tahu/

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *